Saya baru beli dua bukunya Prie GS lagi dalam dua hari ini. Yang satu berjudul ‘Mari Menjadi Kampungan’,catatan harian seorang budayawan, dan yang satunya lagi ‘More Than Love:tak cuma cinta’. Biarkan saya bercerita tentang buku yang kedua. Buku sederhana yang luar biasa menurut saya.
**
Pas pertama lihat covernya si ilfil,warnanya pink dengan gambar seorang anak smu menjinjing sepeda...langsung terpikir,ini kan novel remaja banget (dan memang segmennya remaja).. kayaknya ngga buat dibeli banget deh... But,on second tought, ga ada salahnya beli,referensi di belakang bukunya juga menjual banget,trus diulas khusus sama penulis novel Ayat – ayat cinta pula (yaa...walaupun saya ga baca novelnya,setidaknya mengiindikasikan buku ini ga semain – main novel remaja lainnya)..toh ada pepatah yang mengatakan Don’t judge a book by it’s cover,lagian bisa buat adek juga kan...
**
Halaman – halaman awal cukup menghibur,namun saya kurang suka, karena temanya cinta..dan males aja sepanjang buku harus membaca masalah percintaan,kayak sinetron aja (tetep,yang salah adalah sinetron..he3x..). Tapi begitu mulai pertigaan buku (1/3 awalnya –red), saya dikejutkan dengan tokoh utamanya. Namanya Ipung, seorang pemuda ‘udik’ dari desa yang bersekolah di kota, yang menurut saya sangat sangat jujur dan sombong dengan dirinya sendiri. Sifatnya tak mau kalah, apalagi jika kekalahan itu harus disebabkan oleh keadaan dirinya sendiri. Dia tahu dia miskin,dia tahu dia jelek,dia minder dengan itu..tapi untuk kalah hanya karena itu,jangan harap!. Simak penggalan ceritanya ketika serombongan anak smu dari kota berkunjung ke rumahnya di desa:
....
Ipung kaget.Sikap ibunya masih sangat khas wanita kepatihan. Sangat berdosa kalau gagal menghormati tamu.Dan daging ayam adalah simbol penghargaan bagi tamu istimewa. Tapi kalau sampai Lik Wur harus mengejar ayam – ayam itu? Ini komedi. Ipung tak ingin keluarganya jadi terlalu udik,terlalu kikuk menghadapi orang kota. Di benaknya,kesombongan orang kota tambah menjadi – jadi saat melihat keminderan orang desa. Ipung tak rela itu terjadi pada keluarganya
.....
Dan cara Ipung untuk menghadapi masalah di atas sungguh unik. Mau tau??? Baca aja bukunya...ga rame kalau diceritain...^_^
Satu hal yang saya sangat suka lagi dari buku ini lagi adalah tiap tokoh punya karakternya masing – masing dan bukan hanya sekedar pelengkap tokoh utama. Tiap orang punya perasaannya masing – masing, punya kehidupan, punya rasa iri, jengkel, takut, sedih, cemburu, minder...perasaan – perasaan yang manusiawi banget. Walaupun tetap terfokus dengan tokoh utamanya, karakter tokoh – tokoh lainnyapun sangat mendukung jalan ceritanya.
Satu kalimat lain yang saya suka di buku ini adalah :
‘Saya yakin.karena Mandra minder,maka ia pilih jadi bintang sinetron. Karena saya minder,saya nekat mencintai Paulin.Bukan sebaliknya!’
He3x...sebenernya kalau kalimat ini dihadirkan seperti di atas nampak tidak ada artinya, harus dirangkaikan dengan cerita sebelumnya untuk mendapatkan ledakan kalimatnya...makanya, pada baca bukunya deh... (promosi gratis ni..)
Tapi memang bukunya sarat dengan kesederhanaan, baik pemilihan kata – katanya,alur ceritanya...jangan dibayangkan buku ini akan sangat mengguncang. Tidak,namun cukup menohok saya di beberapa bagian sehingga saya berkaca pada diri saya sendiri....cukup untuk berefleksi di sela – sela perjalanan menuju ke kampus. Masih adakah tokoh Ipung saat ini?? Sangat jujur dengan semua kelemahannya,tapi ia tak kan menyerah karena hal itu. Hmmm, kalau ada....saya yang jatuh cinta deh sama dia..ha3x....
Yang pasti setelah membaca novel ini, saya sangat setuju dengan pemilihan judulnya..benar – benar more than love,benar – benar tak cuma cinta...hidup sarat dengan permasalahannya masing – masing... dengan realitas yang ada...
**
Akhir kata (lho?? Kayak pidato aja)...saya pengen bikin buku yang kayak gini.. sederhana,namun semoga bisa mengajak remaja – remaja yang sudah terkontaminasi untuk berefleksi... Daripada tenaga abis buat mencela sinetron dan ga punya solusi sama sekali kan! Mencela, tapi tidak mampu untuk berbuat lebih...he3x..gw banget ya...
4 comments:
satu saran dari seorang teman
"baiknya kau pinjamkan itu buku kepada arif rahman!"
vet dah dibaca tadi malem.
makasih
bukunya ok juga.
ipungnya hebat sekali.
terlalu malah, dibidang ketenangan dan kecerdikan.
wah buku itu bagus ya?? saya pernah mau beli tapi gak jadi..kirain jelek atau remaja banget. wah..asyik nih...nambah2 referensi makasih ya...
Post a Comment