Tanpa sadar, terkadang semakin tua kita merasa semakin dewasa (atau sok dewasa)...dan enggan melakukan hal – hal yang kita lakukan ketika kita kecil dahulu, padahal hal kecil inilah yang mungkin menyenangkan hati orang tua (dengan caranya masing – masing)...
**
Hari ini,di perjalanan ke kampus, di dalam angkot saya bertemu sebuah keluarga yang akan berlibur ke kebun binatang. Keluarga tersebut nampaknya sangat mempersiapkan liburan mereka...dengan membawa nasi dan lauk pauknya serta air teh satu jerigen...kebayang dong,bikin air teh satu jerigen kan lama...pasti niat banget tuh pikniknya... Di sekitar kebun binatang, sang anak yang nampaknya masih berusia 2 atau tiga tahun dengan girangnya berteriak – teriak :’kudaaaa...kudaaa...’ menunjukkan keinginan hatinya..
Jadi teringat dengan kedua orangtua saya, hari jum’at yang lalu mereka datang ke bandung, dan pada saat akan berpisah, mamah memberitahu saya di pertengahan juli nanti ada piknik dari perusahaan ke Taman Safari, mamah dengan semangatnya memberitahu saya akan hal ini...tentu saja mengharapkan kehadiran saya dan Aa di acara tersebut. Sedangkan tanggapan saya: ‘Hah? Taman safari?? Males ah.. kayak anak kecil aja’ seingat saya, saya sudah lama kehilangan minat untuk mengunjungi hewan – hewan baik yang berbulu maupun tidak (naon si!) disana. Saya masih senang dengan hewan, namun untuk meluangkan waktu untuk mengunjungi mereka...mmmh,kayaknya engga deh. Sementara itu,mamah berkomentar :’ih,biarin..lumayan jalan – jalan’ dengan gaya yang menurut saya sedikit merajuk. Percakapan terhenti karena mobil sudah sampai di depan kost saya, kemudian saya pamit dengan mereka.
**
Setiap tahun,perusahaan tempat ayah saya bekerja memang memberikan jatah jalan – jalan gratis bagi karyawannya..tapi tempatnya hanya berkisar dufan,ancol,taman mini dan taman safari (okay, I admitted, purwakarta memang hanya punya impian untuk pergi sampai sejauh itu..he3x..) Tiap tahun, sampai dengan smp saya selalu antusias untuk mengikuti acara tersebut... antusias melihat mamah yang sangat niat melengkapi perbekalan... dari menyiapkan nasi,lauk pauk,air minum...antusias ketika belanja membeli snack pada malam sebelum keberangkatan...antusias ketika terbangun jam 3 subuh untuk mempersiapkan diri...(padahal jam 5 bisa saja)... kesenangan – kesenangan kecil-lah sebelum berangkat pergi. Namun,entah sejak kapan antusiasme itu hilang...bosan mungkin dengan tujuan kita piknik... tentu saja jika dufan,ancol,taman safari dikunjungi tiap tahun tingkat kepuasannya sudah menurun, apalagi jika sudah mengenal tempat piknik lain yang lebih ‘dewasa’ (pantai atau naik gunung, atau bepergian ke tempat yang jauh... dufan,ancol,taman safari kan kesannya seperti anak kecil banget). Dan penurunan antusiasme itu tentu saja berlangsung sampai saat ini.
Di angkot yang tadi, sambil melihat ibu yang akan piknik ke kebun binatang tadi saya berpikir...pasti capek untuk seorang ibu menyiapkan semua ini...kedua anaknya masih kecil..suaminya belum tentu mau membantu.. Tapi kalau saya perhatikan mukanya, tidak ada rasa kesal atau capek disana..malah mungkin bahagia,melakukan sesuatu untuk keluarganya. Saya teringat kembali kepada mamah, mungkin hal itu juga yang membuat mamah bersemangat tiap tahunnya pada acara piknik perusahaan itu.. Bukan tujuan pikniknya, tapi berkumpul bersama keluarganya yang menyenangkan...sejenak pergi dari pekerjaan kantor dan jalan – jalan dengan ketiga anaknyalah yang membuatnya bersemangat, menyiapkan sesuatu untuk keluarganyalah yang membuatnya bahagia,suasananya lah yang membuatnya tersenyum... Sementara saya, dengan dalih saya sudah dewasa dan tidak cocok lagi pergi ke tempat seperti taman safari telah merenggut kebahagiaan itu dari orangtua saya, telah merampas senyum itu dari muka mereka.. Padahal, apa artinya jalan – jalan jika mereka tidak didampingi anak – anaknya... Malah saya yang telah bersikap seperti anak kecil dengan hanya memperhatikan kemana kita akan pergi dan bukan esensi dari liburannya itu sendiri...(seorang anak kecil tentunya hanya mementingkan keinginannya sendiri untuk pergi ke tempat yang menyenangkan)
Untuk merencanakan liburan keluarga sendiri nampaknya tidak akan tercapai, saya dan Aa pasti tidak akan menemukan kecocokan waktu untuk berlibur... dan jika ada,belum tentu orangtua saya bisa izin dari pekerjaannya.. Kesibukan masing – masing telah membuat keluarga jarang berkumpul...
Jadi, tidak salah kan ketika orangtua saya meminta kesediaan anaknya untuk pergi ke tempat seperti taman safari...Malah,semestinya saya bersyukur, mempunyai orangtua yang sudah merasa bahagia ketika bisa berjalan – jalan dengan anaknya ke taman safari dan bukan ke tempat yang aneh atau jauh.. Padahal sepanjang tahun mereka bekerja untuk saya dan saudara saya... Dan masih saya egois dengan semua kepentingan saya..so” an ingin berguna bagi nusa dan bangsa,padahal selalu lupa untuk membuat kedua orang tua tersenyum dengan hal – hal kecil...
I’m so thankfull
For all your generousity and love...Luv you... mom and dad..
2 comments:
nah ini baru seru, cerita emosional ke' gini ni yg bwt gw ngrs jd m a n u s i a. yang diciptakan selalu lengkap.
udah ngontak bonyok blom hari ini hayoo..
(gpp ya gw ikut ngoment)
Hehehe... gapapa ko...
Hmm,merasa menjadi manusia?? Makasi kommentnya... ga nyangka tulisan yang masih kacau ini bisa juga membuat orang merasa menjadi manusia...
Iya ni, masi sering melupakan orangtua karena kesibukan... Untungnya punya orangtua yang sabar punya anak kyk gini..hehehe..
Post a Comment