Ada sedikit keanehan yang saya lihat saat berlangsungnya Piala AFF lalu. Salah satunya adalah kemunculan tulisan-tulisan bernada mengasihani Timnas. Bahwa mereka terlalu dijadikan tumpuan “harga diri” bangsa ini. Bahwa hal-hal berbau politik terlalu mengganggu konsentrasi mereka. Bahwa di lapangan hijau mereka seharusnya bermain saja dengan keceriaan dan kegembiraan tanpa memikirkan embel-embel garuda atau nama Indonesia.
Buat saya terserah saja kalau orang-orang tersebut mau mengkritik PSSI, Nurdin Halid, atau Nugraha Besoes. Toh memang banyak agenda-agenda tidak penting yang disisipkan di jadwal timnas. Timnas dijadikan alat untuk memasarkan satu partai politik atau satu tokoh tertentu pun memang benar adanya.
Tapi tolong jangan kasihani para pemain Timnas.
Orang yang berjuang sebaik mungkin itu didukung, dihormati, dan ditiru. Bukan untuk dikasihani. Sepakbola dan olahraga itu medannya orang-orang yang berusaha sekuat tenaga untuk menembus batas kemampuan diri sendiri. Sepakbola dan olahraga itu ajangnya orang berkompetisi dan mencari kemenangan. Di masa depan, seberat apapun beban yang dipikul dipundak mereka, sebanyak apapun faktor-faktor teknis yang dihadapi, tolong jangan kasihani mereka.
Seperti kata Winston Churchill…”if you’re going through hell, keep going”. Sudah saatnya bangsa ini berhenti mengasihani dirinya sendiri.
Recent Posts
0 comments:
Post a Comment