It’s 1:04 AM and I’m writting about Prie G.S. Who is he anyway?
Bermula dari Gramedia, kesekian kalinya saya jalan – jalan sendirian ke sana, dan memang saya sangat menikmati jalan – jalan ke gramed sendirian. Waktu itu saya ga niat beli buku, cuma sekedar jalan – jalan. And there it is... sebuah buku berjudul ‘Nama Tuhan Di Sebuah Kuiz’ ada di deretan buku umum berdekatan dengan buku – buku sosial lainnya. Sebenernya sudah lama saya melihat buku itu (saat jalan – jalan sebelumnya), dan tertarik untuk membeli, tapi ga sampai tahapan konkrit, cuma membaca halaman belakang buku, tertarik dengan puisinya...tapi ya pikir – pikir dulu...emangnya siapa Prie G.S. itu??? Jangan – jangan puisi dibelakangnya tidak menggambarkan isi bukunya.
Dan, setelah kesekian kalinya mondar – mandir di lantai 3, setelah kesekian kalinya membaca halaman belakang buku itu (kebiasaan saya ketika bingung membeli buku adalah mencari buku lainnya terlebih dahulu dan ketika pikiran saya tetap tertuju pada buku itu maka saya akan pergi ke tempat buku tersebut, membaca lagi halaman belakangnya, berpikir lagi, keliling lagi dan hal itu dilakukan berulang – ulang sampai saya yakin akan membeli atau tidak buku tersebut.... Makanya saya lebih menikmati jalan – jalan ke gramedia sendirian supaya ga nyusahin dan dikomentarin orang lain). Anyway, akhirnya saya sampai pada kesimpulan untuk membeli buku tersebut... And voala...it becomes one of my favourite books right now..
Sebenarnya buku itu tidak terlalu hebat, tidak ada teori – teori hebat yang terkandung di dalamnya, tidak ada pemikiran – pemikiran revolusioner juga.... Hanya buku biasa yang bercerita tentang kehidupan pribadi sang pengarang, bercerita soal hal – hal sederhana yang dialami oleh pengarangnya... Namun, mungkin itu yang membuat saya sangat tertarik... bagaimana penulisnya (Prie G.S.,tentunya) belajar dari hal – hal sederhana disekelilingnya yang terkadang sangat diremehkan orang, dan dia mampu membahasakan semuanya dengan apik,manis,lucu sehingga terkadang saya tersenyum sendiri ketika membaca kalimat – kalimatnya. Bagaimana ia belajar mengenai sifat manusia dari seorang tukang sendal, dari anak – anaknya, dari pohon mangga, dari kiriman parcel tiap tahun dan hal – hal biasa lainnya.... but (I think) thats whats make it so extraordinary...
Hebat!!! Saya mau seperti Prie G.S. nanti, mencoba memahami dan menuliskan hal – hal sederhana, tapi hal – hal itulah yang mungkin akan berarti dalam perjalanan hidup saya. Dan saya tidak mau hal – hal sederhana itu lewat begitu saja tanpa sempat saya tuliskan... Hmmm, kalau hal – hal besar mungkin otak saya akan merekamnya dengan baik karena kesan yang ditimbulkannya besar, namun hal – hal sederhana dan remehlah yang kadang terlupakan.
Saya ingin, ketika saya berumur 50 atau 60 nanti saya tersenyum membaca tulisan saya dan mengenang hidup saya melalui hal – hal sederhana baik yang manis maupun pahit. Seperti titik – titik yang akan membentuk garis, begitulah hal – hal kecil dan sederhana itu akan membentuk hidup saya kemudian..... Btw,lagi – lagi semuanya mengenai kehidupan. Ga pernah nyangka saya bisa jatuh cinta dengan hidup saya sendiri...Narsis memang... (^^)
*entah kenapa, vetri lagi pengen menulis dengan menggunakan ‘saya’ sebagai subjek dibandingkan dengan ‘gw’, kedepannya juga ah...*
0 comments:
Post a Comment