Recent Posts

Tuesday, August 30, 2005

Being A Woman Is..

A woman's whole life is a history of the affections.
Washington Irving (1783 - 1859)
U.S. writer.


Sampai saat ini, saya masih mencari tahu apa dan bagaimanakah seharusnya seorang wanita itu. Ironis bukan? Terlahir dengan hormon estrogen dan progesteron tidak langsung memberikan saya pengetahuan bagaimana caranya menjadi seorang wanita yang baik. (saya agak geli juga ketika menyebutkan kata wanita, kesannya dewasa banget, selama ini saya masih menganggap diri saya anak – anak yang belum tahu apa – apa)

Jadi,apa bedanya seorang wanita dan pria? Dari segi biologis, ada tiga hal yang membedakan antara seorang wanita dan pria, yaitu kromosom, hormon serta struktur otak. Kromosom mepengaruhi kepintaran, hormon mempengaruhi perbedaan tingkah laku serta kemampuan dan struktur otak mempengaruhi perbedaan keahlian/cara pandang antara seorang wanita dan pria (diambil dari buku ‘Marketing For a Woman’, kapan – kapan tulisan soal perbedaan ini saya publish). Tapi lupakan dulu soal perbedaan secara biologis ini..mari berbicara mengenai sudut pandang saya sebagai seorang perempuan (hehe,belum pede untuk ngomong wanita).

Dibesarkan dengan dua orang saudara laki – laki mungkin cukup untuk membuat saya berlatih bagaimanakah seorang wanita itu tidak seharusnya bertingkah laku. Cukup untuk berlatih bertingkah laku yang menurut teman – teman saya ‘ngga cewek banget’. Terus,emang yang cewek banget itu kayak gimana?? Itu yang mau saya cari tahu.

Buat saya dilahirkan menjadi seorang wanita itu adalah anugrah yang tidak ternilai. Mengapa?? Karena adalah suatu kebanggan untuk dapat menjadi seseorang yang dapat melihat, merasakan, dan menghantarkan sebentuk nyawa ke dalam dunia ini. Memberikan darah kita sebagai sumber kehidupannya, menurunkan sifat – sifat genetik kita (semoga nanti yang baik – baik saja gen yang diwariskan) dan berjuang agar nyawa tersebut dapat datang ke dunia dalam suatu proses kelahiran yang sempurna.
Duh,pasti bangga rasanya menjadi seorang ibu.
Dan perjuangan itu belum selesai sampai disitu, bangun malam – malam ketika ia menangis, mengajarkan kata - kata pertama, melihatnya berdiri, mengajarkannya untuk menyayangi binatang dan alam,menegurnya karna ia nakal,menerima raport pertamanya ,mendengar cerita – ceritanya, menemaninya ketika ia sakit dan mimpi buruk, melihatnya diwisuda dan menikah... bagi saya keseluruhan proses itulah yang akan membuat saya bangga menjadi seorang wanita. Menghantarkan sebentuk nyawa dan mengajarkannya cara melihat dunia. Mendedikasikan hidup kita bukan hanya untuk diri saya sendiri dan Yang di Atas,namun juga untuk nyawa tadi. (ah,bagaimana nasibnya anak – anak yang tidak mempunyai orang tua dan terlunta – lunta di jalanan sana?? Sungguh, saya masih sangat egois)

Diluar hal – hal yang saya sebutkan diatas, maka buat saya adalah kebebasan untuk saya berpikir,bertindak dan mengekspresikan diri sebagai wanita versi saya (dengan bertanggung jawab tentunya). Saya bukan seorang feminis, bahkan tidak tahu dan tidak pernah mencari tahu apakah feminis itu. Buat saya, cara saya hidup adalah bentuk pertanggungjawaban saya terhadap Yang di Atas, bukan terhadap teman – teman saya, bukan terhadap orang tua saya, bukan terhadap masyarakat, bukan terhadap pengetahuan, bukan terhadap dosen apalagi rektor (hehe). Maka semua bentuk pilihan cara saya bertingkah laku sebagai seorang wanita akan saya pertanggungjawabkan kepada Yang di Atas.
Okay,back to the topic.
For me being a woman is...being a human!.
As simple as that (hehe,kata siapa simple).
-----
Huhuhu...Nulisnya ga selese gini...