Rabu, 9 Juli 2008
Sore itu jalanan di bandung sangat padat. Sangat padat.
Saya menempuh rute pulang yang biasa saya ambil. Soekarno Hatta - Kopo - Peta - M.Ramdhan - Karapitan - Sunda - Siliwangi - Supratman. Tak terhitung mobil atau motor yang saya salip. Tentu tak tak terhitung pula mobil atau motor yang menyalip atau mengklakson saya.
Saat di simpang lima saya melihat padatnya kendaraan di hadapan, saya hanya bisa menghela nafas. Namun ketika harus berada di belakang truk selama lima menit, menghisap asap hitam dari knalpot mobil itu, tanpa kesempatan untuk menyalip, saya sudah tak tahan lagi. Saya pinggirkan motor saya selama lima menit, berdiam diri sambil menatap mobil-mobil di jalanan.
Rutinitas pulang di sore hari memang menyebalkan.
Kamis, 10 Juli 2008
Pagi itu jalanan di Bandung lebih sepi dari biasanya.
Saya menempuh rute berangkat yang biasa saya ambil. Supratman - Dago - BIP - Suniaraja - Pasar Baru - Sudirman - Jatmika - Pasir Koja - Soekarno Hatta.
Kali ini tak ada mobil yang mengklakson. Tak ada pula motor yang menyalip kanan kiri. Bahkan dari 9 lampu lalu lintas yang saya lewati, hanya satu kali saya 'terjebak' di lampu merah. Satu kali!! Padahal rata-rata tiap harinya saya harus berhenti di 4 lampu merah. Pokoknya perjalanan saya lancar sekali.
Seolah-olah Dia ingin berkata:
"So you've had a bad day. This time I give you a good one"
Recent Posts
2 comments:
halo vet, bla bla bLa...
ga ptg bgt sih :p
heuheuheu...
emaaaang!!
Post a Comment